Langsung ke konten utama

SURAT CINTA BUAT PEMUDA TABI.

 Pemuda Tabi yang Tercinta Nama mu Aku dengar dari pelosok terpencil di bawah Gunung yang tak pernah dikunjungi  oleh mereka yang disebut Pemerintah. Terdengar nama mu yang diceritakan oleh orang  bagaikan hidup di sorga, aku ingin sekali bertemu dan tidur dipekukan dan menetap bersama mu Tabi.

Sekian lama rindu ku terwujud mengunjungi mu ketika aku Dikejar Oleh manusia yang aku tak kenal, keluarga ku sebagian Gugur di tangan orang tak dikenal, adapula Gugur di tengah hutan karena kelaparan.

Akupun berlarian tanpa ada pertolongan oleh Mereka yang disebut Pemerintahan, aku berlari-lari dan lari untuk bertemu dengan mu Tabi ku. Tak bayangkan keberadaan mu entah jauh atau dekat, jika aku hosa dan lemah dipertengahan jalan, aku harus ingat nama mu agar harapan untuk memeluk mu Tabi ku.

Tidak lama kemudian aku telah tibah dipelukan mu, tidur bersama mu, makananpun aku menyesuaikan dengan makanan mu. Tabi ku Dusun mu bagaikan sorga berbukit-bukitan yang Indah menawang . Terlihat dibawah bukitan adapula Danau  Yang Indah  dipenuhi ikan gabus, dipenuhi buah-buahan, dipenuhi  Pepohonan, terlihat laut yang indah di ujung Timur dan barat . Gunung Sikloppun mengaliri Sungai-sungai yang Indah, Bersama mu Aku menikmati keindahan Alam di dusun mu.

Tabi ku yang Tercinta saat itu aku harus berpelarian ke tempat yang jauh untuk pelajari pengalaman hidup yang lain , waktu yang cukup lama tapi nama mu dan pelukan mu Aku tidak dapat lupakan dari ingatan ku, selalu teringat dusun yang Indah, teringatpula makanan khas dari dusun mu.

Sekian lama di negeri orang aku bermimpi bermain dengan mu dibawah pepohonan Sagu, dibawah bukit-bukitan menikmati angin danau yang bersopoi-sopoi. Pengen aku harus kembali memeluk dan tidur dipekukan mu tabi ku. Tidak lama kemudian tugas pelarianku telah selesai dan aku harus berburuh-buruh ke pelukan mu.

Akhirnya aku telah kembali dalam pelukan mu Tabi Ku, tetapi rasanya pelukan mu dulu berbeda dari pelukan saat ini. Aku rasa ada yang kurang, Aku cemburu dan harus berusaha keras untuk mencari tahu, ternyata benar Tabi yang Aku Cinta dulu berbeda hari ini, dusunnya telah berubah total Pepohonan Sagu Telah Hilang, bukit-bukitan terlihat Indah telah Gugur, Ikan-Ikan Gabus Di Danaupun telah punah, sungai-sungai yang mengaliri dirusak. 

Dusun yang penuh pepohonan Sagu digantikan dengan Tembok-tembok beratap yang dipadati oleh orang-orang yang dulunya saya tidak pernah melihat. Aku semakin cemburu dan rasa ingin menangis tapi berusaha terus-menerus siapa yang berselingku dengan Tabi Tercinta Ku. Aku baru ketahui Ternyata Tabi Berselingku dengan pemerintah dan orang-orang yang kaya. Semakin lama kelamaan tabi tidak lagi pendulikan aku juga tidak pendulikan dusun , Tabi semakin kejam bekerja sama dengan orang kaya mengusur dan menjual Dusun yang dipenuhi Kehindahan bagaikan Sorga.

Tabi juga terus menerus mendukung Agenda-agenda Selingkunya untuk menguasai,mengusur dusun yang penuh dengan susu dan Madu. Tabi ku mata mu telah dicungkil dan engkau dimanfaatkan oleh mereka, Tabiku bukalah mata mu dan lihatlah dusun mu  seluruh isinya telah lenyap dikuasai oleh selingkuhan mu dan akan lenyap pula keluarga mu yang tersisa. Tabi ku tercinta akhir kata jika engkau tidak sadar “Kehindahan dusun yang tersisa bukit-bukitan dan Kehindahan Danau ini akan  dikuasai oleh selingku mu”.


Bersambung....


Proletar Cinta Tabi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gereja Membiarkan anak-anaknya menjadi piatu!

Gereja Membiarkan anak-anaknya menjadi piatu! Made Supriatma, menulis: Gereja Papua: Sama seperti di Timor Leste dulu, gereja-gereja (baik Katolik maupun Protestan) sangat peduli dengan NKRI. Itulah sebabnya, karena kasus Ahok, mereka seperti cacing kepanasan. Mereka mau menjadi penyelamat NKRI dan Pancasila.  Hanya saja ada kontras yang amat tajam disini. Cacing mereka merasa nyaman dan tenteram justru ketika umat mereka dibunuh dan disiksa.  Saya ingat sekitar dua tahun lalu, beberapa seminarian Fransiskan dan suster-suster turun ke jalan untuk menyerukan penghentian pembunuhan dan penyiksaan terhadap anak-anak muda Papua. Bapa Uskup langsung merasa jubahnya terbakar. Kabarnya para frater dan suster ini kena damprat.  Selama beberapa hari ini, saya membaca para intelektual Papua menyuarakan kegelisahan mereka. Kawan-kawan saya mempertanyakan mobilisasi dukungan untuk Ahok ini. Salah satunya merumuskan dengan sangat baik:  "Tapi manakah lilin...

Ini Puisi Jalanan

Ini puisi jalanan Tanda kami belum menyerah Saat keadilan dirumuskan Dan ketidakadilan bertambah Ini puisi jalanan Tanda kami belum lelah Saat kemanusiaan dibangkaikan Dan kepentingan borjuis meningkat Ini puisi jalanan Tanda kami masih punya darah Saat sekian jiwa-jiwa berkongsi Melebur kabur dalam perangkap tirani Ini puisi jalanan Tanda kami belum berserah Di tengah ratusan kompromi Kami 'kan tetap juang berontak Ini puisi jalanan Tanda kami belum menyerah Tanda kami menolak menyerah Tanda kami belum lelah Tanda kami masih punya nafas Oyehe, 15/02/18 Aleks Giyai

MEREBUT KEMBALI KEMERDEKAAN WEST PAPUA

MEREBUT KEMBALI KEMERDEKAAN WEST PAPUA Oleh: Femmy Telenggen Papua adalah wilayah bekas Jajahan oleh Kolonial Belanda & kini indonesia menjajah itu FAKTA bukan MITOS. Belanda pernah membina & mempersiapkan kerangka negara WEST PAPUA yang kemudian dianeksasikan kedalam bingkai indonesia dengan cara yang tidak demokratis dan perlakuan tidak manusiawi. Rakyat Papua harus rebut kembali melalui jalur yang demokratis yang dijunjun tinggi dimata dunia internasional melalui Mekanisme REFERENDUM. Referendum adalah jalur yang demokratis untuk menyelesaikan Status Politik Bangsa West Papua. Sebagian besar dari rakyat indonesia meyakini bahwa West Papua adalah indonesia. Bukan! West Papua bukan indonesia. Tak ada kebahagiaan bagi Rakyat Bangsa West Papua selama masih menjadi bagian NKRI. Dan, tak mungkin Rakyat West Papua bisa hidup baik-baik saja jika kecurangan dan penipuan atas sejarah masih terus berlangsung, Diskriminasi Rasial merajalela hingga semua lini Genosida terus berla...