Langsung ke konten utama

Kebebasan Akan Kami Rahi

Kebebasan Akan Kami Rahi
Oleh: Bob Muno Meno.

Tengah Rimbah belantara. Kejora berkibar yang indah, kami rakyat papua tahu bahwa itu Tentara pembebasan nasional papua barat, organisasi papua merdeka yang sedang mengibarkannya. Mereka adalah tentara revolusi. Revolusi untuk West papua agar penjajahan di muka bumi dapat di hapuskan.
Pastinya pagi ini mereka sedang siap dan siaga untuk lanjut kotak sejata untuk mengusir penjajah di west papua.
Lihat Tenggah rimbah belantara west papua, suara suara unggas bernyanyi menggah bersama Fajar berdiri kokoh tanpa ada keraguan degan kata "biar posko di bongkar pasti papua merdeka".
Terserah di luar sana mau bilang apa?
Ahhkk yang harus kalian tahu, Papua itu harga mati, kemerdekaan akan kami berjuang sampai mati. Tetapi yang perlu di ingat bahwa  kami sedang bejuang untuk revolusi, meminta kebebasan dan keadilan harus hadir yang adil di muka bumi. Rakyat papua adalah rakyat kami dan kami adalah penjaga rimbahnya yaitu militer west papua TPNPB OPM
Mari lihat, lihat jagan hanya di luar luar saja, tetapi lihat sampai di dalamnya dan lihat "memakai kacamata papua" agar kamu akan tahu perjuagannya, kamu akan tahu fajar itu siapa, kamu akan megerti apa itu perjuagan ini.
Kepada rakyat kecil indonesia maupun siapa saja yang ada di muka bumi ini,  yang perlu kami tahu bersama bahwa kami sama di tindas di tindas dari penjajah dan penguasa Penguasa negeri ini.
Lihat Kami sedang kontak senjata, kontak senjata di west papua itu adalah kami TPNPB OPM untuk melawan kekejaman negeri ini.
Jokowi, prabowo, tito, wiranto dan semua jajaran penguasa ini, telah mempermaikan rakyat kecil indonesia,  membujuk Tni porli indonesia untuk terus beroperasi di papua tanpa peduli istri dan anak mereka yang sedang bersedih, menagis karena korban jatuan di tenggah medan pertempuran.
Rakyat indonesia juga negara di luar sana,  harus tahu bahwa Tni porli yang sedang di tugaskan di papua dan berperang melawan Militer papua pejaga bumi manusia, Mereka mencintai anak dan istri tetapi Pemimpin penguasa negeri ini memaksakan tni porli mereka untuk terus perang dan nyawa sebagai taruhan mereka.
Negara ini mengistikmakan kami TPNPB OPM sebagai Kkb separatis tapi itu tarapapa, biar Tuhan saja yang tahu Perjuagan suci ini. Dan igat, Kami Perang untuk kebebasan.
Di tenggah rimbah sedang keributan, so Pastinya mereke, Mereka yang Penjaga west papua yaitu militer West papua yakni Tentara pembebasan nasional papua barat, oraganisasi papua medeka (TPNB OPM). Mereka penjaga west papua  dari berbagai macam perampok, pencuri, penguras, pengarap yang datang mengekploitasi bumi manusia.
Rakyat dan bangsa papua meyakini dan tahu bahwa TPNPB OPM adalah militer revolusi tetapi Tni porli degan kepentigan mencap mereka Kksb, kkb, teroris dan stigma buruk lainnya.
So walaupun itu stikma buruk mu negara ini, kami tak akan berhenti perang revolusi, kami akan terus Bergan degan tagan merebut revolusi, mengahiri penderitaan ini.
So jagan mempermaikan kami rakyat kecil indonesia juga rakyat papua.

Kami satu dalam merebut Kemerdekaan. Tetara revolusi adalah TPNPB OPM dan Rakyatnya ada sipil kota yang terus nyalahkan kota dan ada mahasiswa ada juga Diplomasi. Perjuagan kami dasyat jagan berfikir kami primitif kami dewasa, menguasai semua yang anda miliki.
Lihat. Revolusi sendang kami mulai, untuk menjaga alam dan manusia, Kami akan perang hingga lagit terbeleh jadi gua pun, kami akan terus bersuara sebagai tanggung jawab untuk membebaskan negeri ini

Kami pemilik rimbah, rimbah itu punya kami.



Gubuk tua
Munomeno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gereja Membiarkan anak-anaknya menjadi piatu!

Gereja Membiarkan anak-anaknya menjadi piatu! Made Supriatma, menulis: Gereja Papua: Sama seperti di Timor Leste dulu, gereja-gereja (baik Katolik maupun Protestan) sangat peduli dengan NKRI. Itulah sebabnya, karena kasus Ahok, mereka seperti cacing kepanasan. Mereka mau menjadi penyelamat NKRI dan Pancasila.  Hanya saja ada kontras yang amat tajam disini. Cacing mereka merasa nyaman dan tenteram justru ketika umat mereka dibunuh dan disiksa.  Saya ingat sekitar dua tahun lalu, beberapa seminarian Fransiskan dan suster-suster turun ke jalan untuk menyerukan penghentian pembunuhan dan penyiksaan terhadap anak-anak muda Papua. Bapa Uskup langsung merasa jubahnya terbakar. Kabarnya para frater dan suster ini kena damprat.  Selama beberapa hari ini, saya membaca para intelektual Papua menyuarakan kegelisahan mereka. Kawan-kawan saya mempertanyakan mobilisasi dukungan untuk Ahok ini. Salah satunya merumuskan dengan sangat baik:  "Tapi manakah lilin...

Ini Puisi Jalanan

Ini puisi jalanan Tanda kami belum menyerah Saat keadilan dirumuskan Dan ketidakadilan bertambah Ini puisi jalanan Tanda kami belum lelah Saat kemanusiaan dibangkaikan Dan kepentingan borjuis meningkat Ini puisi jalanan Tanda kami masih punya darah Saat sekian jiwa-jiwa berkongsi Melebur kabur dalam perangkap tirani Ini puisi jalanan Tanda kami belum berserah Di tengah ratusan kompromi Kami 'kan tetap juang berontak Ini puisi jalanan Tanda kami belum menyerah Tanda kami menolak menyerah Tanda kami belum lelah Tanda kami masih punya nafas Oyehe, 15/02/18 Aleks Giyai

MEREBUT KEMBALI KEMERDEKAAN WEST PAPUA

MEREBUT KEMBALI KEMERDEKAAN WEST PAPUA Oleh: Femmy Telenggen Papua adalah wilayah bekas Jajahan oleh Kolonial Belanda & kini indonesia menjajah itu FAKTA bukan MITOS. Belanda pernah membina & mempersiapkan kerangka negara WEST PAPUA yang kemudian dianeksasikan kedalam bingkai indonesia dengan cara yang tidak demokratis dan perlakuan tidak manusiawi. Rakyat Papua harus rebut kembali melalui jalur yang demokratis yang dijunjun tinggi dimata dunia internasional melalui Mekanisme REFERENDUM. Referendum adalah jalur yang demokratis untuk menyelesaikan Status Politik Bangsa West Papua. Sebagian besar dari rakyat indonesia meyakini bahwa West Papua adalah indonesia. Bukan! West Papua bukan indonesia. Tak ada kebahagiaan bagi Rakyat Bangsa West Papua selama masih menjadi bagian NKRI. Dan, tak mungkin Rakyat West Papua bisa hidup baik-baik saja jika kecurangan dan penipuan atas sejarah masih terus berlangsung, Diskriminasi Rasial merajalela hingga semua lini Genosida terus berla...